Pemimpin
Pemimpin berasal dari kata dasar pimpin, secara
bahasa berarti orang yang memimpin (Setiawan, 2016) . Banyak penjelasan
dari para ahli secara istilah, namun yang dapat disimpulkan adalah orang yang
memimpin seorang lain atau lebih untuk menghimpun daya dan upaya demi mencapai
tujuan bersama. Dengan pengertian tersebut, dapatlah dipahami peran pentingnya
seorang pemimpin.
Pemimin sangat penting dalam Islam, Umar bin Khattab
pernah berkata “Tiada Islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa kepemimpinan dan
tiada kepemimpinan tanpa taat” (Gusriyanto, 2013) . Tidak hanya dari penilaian sahabat,
hal tersebut juga tercantum dalam kitab-Nya “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di
muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di
bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” Al
Baqarah: 30.
Pemimpin mengkoordinir seluruh anggota, menentukan
langkah/kebijakan kelompok, juga sekaligus pengayom seluruh anggota. Pemimpin
berperan aktif dalam perjuangan suatu kelompok, bahkan termasuk kunci
kesuksesan tujuan suatu kelompok. Oleh karena itu, pemilihan terhadap pemimpin
haruslah sesuai dengan kemampuan dari pemimpin tersebut dalam lingkungannya.
Kondisi di Lapangan
Manusia diberi akal untuk berpikir sehingga setiap
kepala memiliki pemikiran yang sangat mungkin bertolak belakang dengan yang
lainnya. Tidak hanya terkait pemikiran, kebutuhan manusia juga termasuk
kompleks sehingga menimbulkan tantangan sendiri dalam pemenuhannya. Kebutuhan
yang dimaksud adalah dalam artian luas, meliputi kebutuhan primer, sekunder,
maupun tersier.
Dua hal di atas dan ditambah beberapa faktor lainnya
membuat permasalahan manusia cukup kompleks. Permasalahan tersebut tentunya
memerlukan kecerdasan untuk dapat mencari solusinya.
Pemimpin Yang Cerdas
Pemimpin yang ideal memiliki beberapa kriteria,
dalam Islam mengikuti kriteria-kriteria Rasulullah SAW yaitu shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Keseluruhannya merupakan
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk memperoleh kriteria yang ideal,
namun yang tidak bisa dipungkiri keseluruhan itu berdasar pada fathanah yang berarti cerdas. Cerdas
yang dimaksud dalam artian luas meliputi Intelligence
Quotient (IQ), Spiritual Quotient (SQ),
dan Emotional Quotient (EQ).
IQ, SQ, dan EQ pemimpin yang baik akan menjadi
faktor penyelesaian masalah yang dihadapi oleh kelompok. Kecerdasan pemimpin
akan membimbing pemimpin tersebut memilih langkah-langkah yang solutif untuk
dapat menyelesaikan masalah kelompoknya.
Pemimpin memiliki fungsi yang sangat penting dalam
kesuksesan suatu kelompok. Fungsi tersebut yang
selanjutnya mengharuskan kecerdasan yang tinggi oleh pemimpin. Dengan
pemimpin yang cerdas, suatu kelompok bukan tidak terhindar dari masalah, namun
akan menjadi lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Oleh karena
itu, pemimpin yang cerdas merupakan suatu syarat mutlak keberhasilan suatu
kelompok.
Referensi
Gusriyanto, A. (2013). Kepemimpinan dalam Islam
Menurut Al Quran dan Hadist. Dipetik Juni 25, 2016, dari Sip Online:
http://sip-online.blogspot.co.id/2013/11/kepemimpinan-dalam-islam-menurut-al.html
Setiawan, E. (2016). Pimpin. Dipetik Juni 25, 2016,
dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): http://kbbi.web.id/pimpin
Ket: Tugas Akhir Semester-Studi Kepemimpinan Islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar